Suzume-no-Kumo…

Menerjemahkan adalah seni yang sulit, Semua komunikasi yang tulus  dan terus terang, bahkan antara dua orang yang berbahasa sama, tetap memerlukan penerjemahan. Pada akhirnya, hati kita yang harus bisa mendengar apa yang tak terucapkan..

Kata-kata dapat melukai, diam dapat menyembuhkan. Tahu kapan saat untuk bicara dan kapan saatnya diam adalah kearifan seperti yang diceritakan hikayat. Pengetahuan dapat menghambat, ketidaktahuan justru dapat membebaskan. Tahu kapan saatnya untuk tahu dan kapan saatnya untuk tidak tahu adalah kearifan kaum bijak…

One Response to “Suzume-no-Kumo…”

  1. daisy Says:

    u r wise guy, hehe

Leave a Reply