Kisah si tikus

Cerita ini ak ambil dari cerita bergambar yang pertama kali aku baca n membekas banget di pikiran… cerita paling keren n romantis yang pertama kali aku baca.. waktu aku kelas 4 sd kyknya… aku lupa nama bukunya, mungkin karangan hc andersen atau dari buku cerita binatang :p

Kisah tentang tikus yang fallin at the first sight dengan seorang tikus cwe…yup sama2 tikus loch… kalo yang fallin ama putri raja tu judulnya the tale of desperoux.. itu juga buku cerita yang bagus… J jadi promosi geenee niiyy.. he..he..

Anyway, tikus itu  bener2 pengin nyatain perasaannya ama si tikus cwe.. tapi dia ngga ada keberanian.. dia hanya bisa memandang dari kejauhan… bukannya dia ngga mencoba ngungkapin siiy, tapi setiap kali berpapasan dan dia ingin berbicara.. lidahnya serasa lengket, dan tak ada satu katapun yang terlontar.. hanya seulas senyum dan sikap canggung yang bisa ia tampilkan…. ia benar2 frutasi… rasa suka sudah menyesak di hati, tapi tak ada yang mampu ia perbuat..

Setelah sekian lama ia hanya memandang di kejauhan, temannya yang merasa gemas mengatakan… ”sampai kapan kamu akan begini?.. taukah kamu, sesuatu yang tidak terucapkan takkan tersampaikan”… he..he.. kalimat itu maknanya daleem loch.. trus dia ngasih masukan.. kalo km emang ngga bisa ngungkapin lewat ucapan, ungkapkanlah dengan sesuatu yang special.. sesuatu yang dapat berkesan mendalam…yang terpenting adalah, sampaikan apa yang kamu rasakan…

Si tikus bingung beratt, dia ngga punya keahlian apa2.. tidak terpelajar dan tidak modis (ini tambahanku doank loch..he..he.)

Disaat ia berjalan tanpa tujuan, tanpa terasa ia tiba di kebun apel.. disana ia melihat sebuah apel merah yang baru saja terjatuh dari pohon.. apel yang segar, merah, dengan besar dua kali lipat dari ukuran tubuh si tikus Sesaat si tikus yang merasa kelelahan ingin memakan apel tersebut.. tapi sesuatu kemudian memasuki fikirannya… apel yang merah itu memiliki daging berwarna putih… yaaa… ini mungkin bisa dijadikan sebagai sarana penyampai keinginan dan hasrat hatinya.. ia segera lari ke rumah temannya dan menceritakan ide yang ia miliki..

Keesokan harinya pagi2 sekali ketika si tikus cwe keluar dari rumahnya, ia terkejut melihat sebuah apel besar berdiri di depan rumahnya… yang membuatnya kaget bukannya ukuran si apel, tapi apa yang terukir di apel tersebut… gimana?.. ketebak ngga si tikus ngukir apa?? Ia mengukir gambar hati… hati yang berwarna putih dengan latar apel yang merah… si tikus cwe bener2 terpesona dengan apel tsb sampai suatu suara terdengar.. itu adalah suara teman si tikus cwo… ”ini adalah ungkapan hati seseorang  yang sungguh menyukaimu loch”… ”O ya, siapa yang sudah membuatnya? Apakah dirimu? Kata si tikus cwe.. ”Nope, bukan aku yang membuatnya, tapi Peter”..  ”Peter?.. bukankah dia yang selalu tersenyum jika bertemu denganku… tapi bukankah dia selalu diam.. aku fikir dia tidak menyukaiku” ungkap si tikus cwe..

”Ia sungguh menyukaimu nona, menyukai, hingga seluruh fikirannya tak mau bekerja dan seluruh perkataan sirna dari mulutnya”…

”lalu dimanakah ia sekarang?.. kenapa ia tidak memberikannya langsung kepadaku?”

”Meski dia ingin melakukannya, tapi ia tidak bisa.. pada dasarnya ia memang tidak memiliki kemampuan untuk mengukir, jadi ia membentuk hati itu dengan cara memakan kulit apel dan dagingnya.. meski untuk itu ia harus memakan lebih dari 3 kali jatah makannya dalam sehari.. sekarang ia terbaring dirumahnya dengan perut yang sakit karena kebanyakan makan…ha..ha..ha.. beneran dehh.. waktu aku baca sampe bagian ini aku ngakak abiss…. ni tikus maruk bangeeettt…

Well, akhirnya happy ending… si tikus cwe minta dianterin ke rumah peter, dan disana, peter dengan mengaduh karna sakit perut, mencoba mengungkapkan perasaannya dengan kalimat yang terbata-bata… meski ngga dijelasin apakah si tikus cwe nerima perasaannya, tapi ia terlihat terharu dengan pengorbanan yang dilakukan peter…

Yahh, meski apapun yang akan terjadi selanjutnya, sesuatu yang diungkapkan memang lebih baik daripada hanya terpendam di dalam hati.. toh, di pendam juga ngga bakalan berbuah… hanya akan mempersempit ruang dalam hati.. he..he.. ya ngga…

Leave a Reply