Kisah Peter Willingham..
Ayahnya meninggal, sehingga sewaktu muda ia sudah mulai menjalankan perusahaan, lalu ia meminang edis.. Baginya yang memiliki pekerjaan, keluarga yang terdiri dari istri dan anak merupakan tempat penenang hati… tapi, perkawinan sama saja seperti diikat dengan rantai.. ia menginginkan waktu yang lebih bebas, mengelilingi dunia dengan alas an bekerja, pulang ke rumah sekali dalam setengah tahun, bangga melihat anak2 yang tumbuh menjadi besar setiap bertemu.. edis yang selalu menyambut dengan senyum… peter sangat mencintainya….
tapi.. entah sejak kapan, wajahnya mulai berkerut… lalu segalanya berubah. Perusahaan mulai hancur, istrinya tidak tersenyum lagi, anak2 meninggalkan rumah… Tapi Peter berusaha, karena ia mencintai istri dan anaknya… ia menjual tanah leluhur, menjual villa, kemudian ia pergi ke amerika tuk menanam modal. Ditengah kesibukannya itu edis jatuh sakit dan meninggal… peter tidak sempat mengantarkan kepergiannya…
yang membuat peter shock, bukanlah karena tidak dapat melihat kepergian istrinya… Selama 2 hari sejak edis jatuh sakit, ia tak pernah memanggil nama peter, nama yang telah berbagi rasa selama 40 tahun sekalipun…
sangat memalukan, saat itu peter baru sadar.. suami adalah perahu dan istri adalah pelabuhan.. dengan menikahi edis, ia telah merenggut kebebasannya, merenggut kehidupannya dan merenggut nyawanya… Dulu, peter berpikir, membuat khawatir orang-orang yang ia cintai dengan masalah pribadi adalah hal yang sangat tidak baik… sewaktu bisnisnya tidak memuaskan, dengan nekad semuanya ia atasi sendiri.. Peter tidak ingin menyusahkan keluarganya…. Akhirnya, ketika ia menyadari bahwa dengan tidak menceritakan apa-apa justru lebih kejam, semuanya telah berlalu dan semua telah hilang…. Kalau saja waktu itu ia mengatakan keadaannya pada seseorang dan peter mengetahu pentingnya arti kabar.. mungkin ia tidak akan sebatang kara begini dihari tuanya…
Þ Pelajaran yang sangat berarti… daripada bingung bagaimana mengatasi kegelisahan dan permasalahan yang ada, memberikan rasa aman kepada siapa yang paling mengkhawatirkan kita.. bukankah itu hal yang penting? Beban yang teramat beratpun akan terasa sedikit ringan, jika ada seseorang yang berada disamping kita…