Kisah peri salju..

Dahulu kala, jauh di utara, di puncak gunung keramat tinggallah seorang peri cantik yang menguasai salju. Suatu hari ketika ia turun gunung,  ia jatuh cinta pada pemuda yang sedang berburu di hutan lebat. Supaya si pemuda mencintainya, maka sang peri langsung memohon… namun, si pemuda tak mau mendengarnya karena ia sudah memiliki tunangan yang sedang menunggunya di desa… di akhir cerita.. di malam tanpa bulan, peri itu menyesatkan si pemuda, menggiringnya ke hutan lebat, membuatnya kedinginan dan kemudian membunuhnya…..

Kisah ini, mungkin terdengar kejam…  seandainya si peri membiarkan pemuda itu hidup.. mungkin saja ia mencintai peri itu…. Tapi jika dibiarkanpun, si pemuda akan meninggalkan dirinya dan menikah dengan tunangannya….

Membunuhnya… bukankah si peri tak dapat lagi mendengar suara si pemuda… tak dapat lagi melihatnya, mengamati senyumnya…  meski demikian, mengapa ia melakukan hal itu?…. Setelah membunuh, si peri memeluk si pemuda dan melekatkan saljunya… ia menangis terus menerus, tanpa berkata apa-apa …..

Apa yang sebenarnya ada di fikiran si peri….  Meski ia tak berkata, hatinyalah yang berbicara… “hai, pemuda… ambillah nyawaku.. bekukanlah dengan es nyala api yang membakar ini, supaya diriku tak merasakan apa-apa lagi”… tidurlah, berakhirlah…. hilanglah cahaya, lalu aku akan terlepas dari siksaan dan aku dapat tinggal di dunia kesenyapan yang abadi….. kesenyapan yang abadi….  kata terakhir itu sedikit bergetar…. kemudian hati tersebut terhenti… tak lagi ada kata yang terucap.. tak ada lagi degup yang mengharap…..

…The End…

Leave a Reply