4 the rose…
4 the rose…
komik roman yang bener2 bagus…
Bagi yang belum pernah baca ni komik.. dijamin nyesel deh… pokoknya a must read comic….
Teruntuk sang mawar…. Itu kalo diterjemahin ke bahasa
Indonesia … n, artinya emang ngepass abiss, ntah neeh, buat yang udah mbaca.. ada yang nyadar ngga yakk…
Sapa mawar yang dijadiin tema di komik ini… kalo ada yang nebak yuri, nope, mnurutku salah… apalagi kalo ada yang nebak mawar afi… wahh.. asli ngga nyambung… he..he..
Mnurutku, mawar dalam konteks ini sebenernya shuko… got it?… Akemi yoshimura menginterpretasikan shuko yang memiliki performance cantiq abiss dengan sifat yang berbanding terbalik, tapi emang seperti itulah mawar, terlihat indah dan mempesona namun memiliki duri yang mencuat disekelilingnya, menarik perhatian tapi disaat yang sama, melukai siapapun yang mencoba menyentuhnya.. meski begitu, duri yang terlihat masih sangat baik dibandingkan dengan duri yang tersembunyi.. keburukan yang terlihat dalam sikap dan ucapan terkadang menyamarkan kebesaran dan kebaikan hati sang mawar.. yup, mengatakan langsung apa yang ada didalam fikirannya jauh lebih baik daripada bersikap ramah, tapi menyimpan seribu duri dalam hatinya..
Kesemua peran dalam cerita 4 the rose ini memang diperuntukkan bagi shuko. Nekokichi dengan pola fikir freaknya, justru memberikan suatu pola pandang dari sudut yang berbeda bagi fuyo dalam menginterpretasikan figur “ibu”.. Pertengkaran, kemarahan yang ditujukan pada shuko, sebenarnya merupakan manifestasi dari rasa cinta pada ibunya. Yuri dengan segala kerendahan dirinya dan kebaikan hatinya, mengubah Sumire dan Aoi, dan menempatkan dirinya tuk mewakili harapan shuko. Dalam hal ini, si penulis mencoba menjelaskan kalo, pangeran yang sejati mampu menemukan putri dalam hatinya, bukan dalam penampilannya… pokoknya komik yang memang memiliki dialog yang mirip dengan karya sastra… banyak kalimat kalimat yang memiliki banyak makna didalamnya… lucu bangett… tapi dilain fihak, jika dicermati dan dihayati, mampu membuat mata berkaca2… ngga percaya?… baca deh…
Dan diakhir cerita, shuko mempelajari hal yang sangat penting, bahwa meski ia kehilangan orang yang paling berharga bagi dirinya, cinta sejatinya.. namun, ia mendapatkan cinta sejati lain, dalam bentuk keluarga… keluarga yang sungguh tak ternilai… ending critanya bagus banget.. dengan kalimat penutup:
“Semua anak adalah bunga, bunga yg terus mekar sampai akhir hayatnya. Satu persatu mereka lahir dengan memeluk kuncupnya, tiada yg tahu buah apa yg akan dihasilkannya. Karna itu, bagaimana? Kita mekarkan bunga milikmu maupun bunga milikku?
Kemudian, entah kapan ketika tiba saat tuk menengok keatas, langit ini seakan ada aku yang tanpa sadar dipenuhi debaran jantung dalam hujan badai maupun dalam kegelapan malam…. seakan ada aku yang tertawa gembira dengan berkata, “ada hari esok!”
Sungguh, kalimat yang sangat indah… setiap orang terlahir istimewa…maka, bercermin dan lihatlah,… sesungguhnya bayangan yang terpantul adalah bayangan orang yang sangat berbahagia….